Aku tidak tahu sejak kapan Namamu jadi doa yang tak pernah aku ucapkan keras-keras Setiap hari aku melihatmu Begitu dekat… Seolah Tuhan sengaja menempatkanmu di depan mataku Tapi hatimu Tidak pernah tinggal di tempat yang sama denganku Aku sering berpura-pura sibuk Berpura-pura tidak melihatmu Padahal di dalam hati Aku hanya ingin satu hal sederhana Kamu menyapaku duluan… Bukan karena aku tidak berani Tapi karena aku takut Kalau ternyata aku tidak pernah berarti apa-apa untukmu Ada saat dimana kita hampir bertatapan Tapi aku justru menunduk Karena aku tahu Kalau aku melihat matamu terlalu lama Hatiku akan semakin hancur Kamu tahu tidak Betapa anehnya perasaan ini… Aku bahagia hanya karena melihatmu lewat Tapi setelah kamu pergi Dadaku terasa kosong seperti kehilangan sesuatu Yang bahkan tidak pernah kumiliki Kadang aku ingin marah pada hatiku sendiri Kenapa harus kamu… Kenapa harus orang yang begitu dekat Tapi terasa paling jauh Setiap malam aku mencoba meyakinkan diriku Bahwa suatu hari aku akan lupa Tapi pagi datang lagi Dan kamu masih orang yang sama Yang diam-diam aku cari Lucunya… Kamu mungkin tidak pernah tahu Bahwa ada seseorang Yang setiap hari menahan perasaan Agar tidak terlihat olehmu Jika suatu hari aku benar-benar bisa melupakanmu Mungkin itu bukan karena hatiku sembuh Tapi karena hatiku sudah terlalu lelah Menunggu seseorang Yang bahkan tidak tahu bahwa dia sedang ditunggu